Tampilkan postingan dengan label Poem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Poem. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Desember 2013

Alegori Tembok Batu


Aku adalah sebuah tembok batu
Tertahan dan tertambat entah sejak kapan
Terdiam dan berdiri entah sampai kapan
yang kutahu, aku rindu telapak tangan
Gadis buta yang merabaku
mencari cintanya

Minggu, 08 Desember 2013

Langit Mendung dan Pintu yang Tidak Kunjung Terbuka


Di luar langit sedang mendung
Entah apa yang aku nanti
Terduduk dan termenung
Seperti menanti matahari 
yang tidak kunjung kemari

Kamis, 31 Oktober 2013

Bait Tanpa Kita


Seorang penyair tidak memiliki apa - apa
Kecuali secarik kertas
dan  kebahagiaan dengan kata - kata klise
Kecuali sebuah pena
dengan inspirasi - inspirasi mengenai cinta
Kecuali sebuah bait
dengan seluruh dunianya yang ditumpahkan

Minggu, 27 Oktober 2013

Senja


Hari ini matahari tinggi
Terik tak terperi
Membumihanguskan perasaan
atau justru membakar semangat
untuk memiliki alasan berperasaan?

Kamis, 26 September 2013

Minggu, 16 Juni 2013

Jangan Salahkan Angin


Jangan salahkan angin
Yang meniupkan debu debu
dan membuatmu menangis
Karena angin tidak pernah
Meniupkan harapanmu
Hingga tanpa sadar kau menangis
Tanpa harapan

Senin, 06 Mei 2013

Gaze


Stay a while
I'm gazing the way you move
From far
Never look back since then
I won't have to wonder the words again

Stay a while
I'm still gazing the way you move
From far
Seems right to my head
I won't have to wonder the world again

But lights go down
Curtain falls
and that's how the story ends
Thus, the day goes by
When I realize these gazes are over do

Stay a while
I'm taking my final gaze
From far
Always look back since then
Even when I don't need to wonder

And do it all again

Brahmani Dewa Bajra
(Inspired by Gaze - Adhitia Sofyan)

Selasa, 12 Maret 2013

Mendung


Hari ini langit mendung
Mungkin ia sedang bingung
Bilamana ia harus murung
Sementara dunia masih termenung

Hari ini hujan jatuh paling jauh
Tapi kita jatuh paling dalam
Sebab itu kamu percaya
Sebaiknya tidak hujan hari ini

Hari ini lembab di sisi rumah
Tembok rumah semakin menipis
Mengelupaskan kulit - kulit cat
Mengelupaskan warna - warna yang konon
Cantik bagai cinta

Maka aku bertanya padamu
di Hari yang Mendung ini
"Boleh kusimpan mendung ini 
untuk meletakkan perasaan - perasaan
yang tak punya tujuan?"

Brahmani Dewa Bajra


Kamis, 21 Februari 2013

Rectoverso : A Short Note From The Novel


"Catatan ini adalah sebuah catatan biasa
Hasil dari sebuah karya luar biasa
Catatan ini adalah buah perenungan 
Hasil dari sebuah pohon fiksi penuh romansa
Catatan ini adalah hasil diri sendiri yang berupa ranting
Hasil dari sebuah pohon yang tumbuh selayaknya cinta"

Minggu, 02 September 2012

We'll Meet Again


When the darkness of the night covers this place
Sunshine shines other places

When the flower in my hand is dying
You've left some seeds in my heart

If the road I stepped upon is hard enough
To be called a pavement to walk on

Does closing my eyes and thinking about you
can be called "love"?

And if only words can make a story
Can my words reach your dream and live in it?

If only in this whole wide world, I'll never see you again
I'll keep on running, looking for you

Even though we're separated now
I believe that there was a miracle that can happens again
So we'll meet again someday

And when the darkness left this place
Please take this sorrow with him

I'll grow the seeds you left
And when it blooms, I promise
I'll hold that flower for one more time

Among the miracle that will happens again,
I believe
We'll meet again

Brahmani Dewa Bajra